5 Ciri-Ciri Daging Ayam Potong Yang Baik dan Masih Segar

ciri-ciri daging ayam yang baik

Penulis: Tim GFN

Daging ayam merupakan salah satu sumber protein hewani yang sangat digemari masyarakat Indonesia. Sebagai bahan pangan, daging ayam harus memenuhi persyaratan keamanan pangan. Namun, pengetahuan masyarakat akan ciri-ciri kualitas daging ayam yang baik masih cukup rendah dan hal ini menjadi salah satu kesempatan orang/ oknum untuk melakukan kecurangan dalam penjualan daging.

Kebutuhan daging ayam untuk konsumsi masyarakat Indonesia semakin meningkat tiap tahunnya seiring dengan kenaikan jumlah penduduk. Daging ayam diharapkan mempunyai kualitas yang layak untuk dikonsumsi. Daging ayam yang memiliki kualitas bagus tentunya akan memberikan produk olahan yang bagus pula.

Lantas, bagaimana cara memilih daging ayam yang baik?

Setidaknya ada 5 ciri-ciri daging ayam yang baik dan masih segar yang perlu anda perhatikan sebelum membeli daging ayam. Yuk simak penjelasannya berikut.

1. Warna daging ayam

Daging ayam yang baik dan masih segar (baru saja dipotong) dapat dikenali dengan melihat warnanya yaitu warna putih kemerahan atau merah muda. Dibandingkan dengan ciri-ciri lainnya, warna daging ayam merupakan ciri yang begitu kelihatan untuk dijadikan pedoman saat anda memilih daging ayam yang akan dibeli.

Perlu diketahui juga, bahwa warna putih pada daging ayam bukanlah jaminan kalau daging tersebut dalam kondisi segar. Tidak sedikit penjual menyuntikkan formalin ke dalam daging ayam, sehingga warnanya tetap terlihat segar. Tetapi tenang, anda dapat mengetahui hal ini dengan mencium aromanya terlebih dahulu, di mana daging ayam yang mengandung formalin biasanya memiliki aroma obat.

Jika dilihat dari warna dagingnya. Pada daging ayam yang sudah tidak segar atau sudah dipotong lebih dari 1 sampai 2 hari, biasanya memiliki warna yang sudah berubah menjadi pucat. Sedangkan untuk ayam yang sudah lama dipotong, warna dagingnya kebiruan seperti memar. Warna biru ini timbul karena masih ada darah di dalam daging ayam.

2. Aroma daging ayam

Ciri berikutnya yaitu daging ayam yang baik dan masih segar dapat diketahui dari aromanya. Jika ayam yang baru saja dipotong, maka dagingnya akan mengeluarkan aroma segar khas, tanpa adanya bau amis, bau busuk, atau pun bau yang menyengat. Dan apabila anda mendapati ayam yang memiliki bau amis, bau busuk atau bau menyengat,. sebaiknya hindari untuk membeli produk tersebut. Bisa jadi daging ayam tersebut sudah memasuki fase busuk karena sudah terlalu lama dijual, sehingga kualitasnya menurun.

Mengingat poin sebelumnya, hindari juga daging ayam yang berbau kimia atau obat. Hal ini menunjukan bahwa daging tersebut sudah terkontaminasi/ mengandung bahan kimia atau obat-obatan seperti formalin.

3. Tekstur daging ayam

Dalam kondisi daging yang baik dan masih segar memiliki tekstur yang elastis dan tidak terlalu keras. Anda dapat mengetahuinya dengan menekan daging ayam terlebih dahulu sebelum membeli. Keelastisan daging ayam tersebut ditandai dengan kecenderungan tekstur daging yang kembali seperti semula setelah ditekan.

Berbeda sekali dengan tekstur daging ayam yang sudah busuk yaitu apabila daging ditekan akan meninggalkan bekas tekanan. Tidak hanya itu, tekstur daging ayam yang sudah busuk juga ditandai dengan tekstur yang lembek, berair, serta mudah hancur saat ditekan.

Ada juga daging ayam yang bengkak dan keras saat ditekan. Jika anda menemui daging seperti ini sebagainya jangan dibeli, karena daging tersebut sudah disuntik agar beratnya naik.

4. Darah daging ayam

Ciri kesegaran daging ayam berikutnya ditandai dengan tidak banyaknya darah yang keluar saat ditekan perlahan menggunakan jari. Kondisi ini berbanding terbalik dengan daging ayam yang sudah busuk. Daging yang sudah busuk apabila ditekan akan memunculkan bercak darah yang cukup jelas di permukaan dagingnya.

Selain karena daging ayam yang sudah tidak segar lagi, banyaknya darah yang keluar dari daging juga menandakan kalau proses penanganan ayam dilakukan dengan cara yang kasar. Daging ayam yang mengeluarkan banyak darah cenderung berisiko tinggi telah terkontaminasi bakteri. Ayam yang mengeluarkan banyak darah juga dapat dikatakan bahwa produk tersebut telah mengalami pembekuan dan pencairan selama beberapa kali. Hal ini tentu saja tidak bagus untuk dikonsumsi.

5. Perhatikan lalat di sekitar daging ayam

Ciri yang terakhir yaitu memperhatikan lalat di sekitar daging ayam. Meskipun lalat merupakan hewan yang mengganggu dan dapat menyebarkan penyakit. Namun, lalat juga merupakan sebuah indikator yang baik dalam menentukan kesegaran produk hewani. Daging ayam yang segar biasanya ada lalat yang mencoba untuk menghinggapi. Tentu saja, hinggapnya lalat tersebut bukan dikarenakan bau daging yang menyengat atau pun daging ayam yang sudah membusuk.

Jika daging ayam tidak terdapat lalat yang hinggap, hal tersebut perlu diwaspadai, sebab daging ayam tersebut kemungkinan mengandung bahan kimia seperti formalin atau boraks.

Baca Juga : 8 Cara memilih telur yang bagus dan berkualitas

Nah, anda sudah mengetahui ciri-ciri daging ayam yang baik dan masih segar. Maka dari itu, jangan sampai salah lagi dalam membeli daging ayam, baik itu di pasar maupun di supermarket. Anda bisa jadikan 5 ciri-ciri daging ayam segar yang telah disebutkan diatas sebagai pedoman saat akan membeli daging ayam nantinya. Jangan sampai asal pilih, karena jika salah pilih, tidak hanya akan mempengaruhi rasanya, tetapi juga dapat memicu timbulnya penyakit saat daging tersebut dikonsumsi.

Sekian dari kami, semoga artikel diatas bermanfaat untuk anda.

 

Komentar dinonaktifkan